Jumat, 15 Oktober 2010

Fenomena Hujan Balok Es

Hujan balok es jatuh yang dari langit dalam kondisi cuaca cerah, suatu pemandangan aneh yang mungkin pernah nampak. Balok es beku ini dapat lebih besar dari kerikil atau butiran salju - sebagian mungkin malah mencapai berat hingga beberapa kilo!!.

Fenomena balok es yang jatuh ke tanah dari langit yang cerah dan berwarna biru adalah sebuah misteri, sama seperti UFO. Perbedaan hanyalah bahwa kenyataan fenomena ini telah terbukti nyata. Ilmu pengetahuan modern tidak memiliki penjelasan scientifik untuk fenomena seperti ini, meskipun para ahli mengatakan bahwa jatuhnya es ini juga adalah alasan dari kecelakaan pesawat jet Airbus di Samudera Atlantik.
Sebuah tim riset dari Spanyol dan Amerika Serikat mempelajari masalah ini selama sepuluh tahun dan telah mengumpulkan bukti dari beberapa ratus balok es yang jatuh, dan hal ini telah diamati di seluruh dunia. Beberapa foto bom es, yang disebut megacryometeorites, telah diambil.

Di Portugal, sepotong es dengan berat 20 kg menghantam sebuah rumah. Di Florida bahkan menghancurkan sebuah mobil. Di India pernah membunuh seekor gajah. Di Jerman (di Düsseldorf) es "tombak" sepanjang 2 meter "menjahit" orang. Terberat dari balok es yang terdaftar adalah dengan berat 35 kg ,jatuh di sebuah desa Palestina.

Fenomena itu beberapa kali diamati di Rusia, walaupun pada waktu yang lalu yaitu pada tahun 1984 dan 1996. Pengeboman balok- balok es terbaru dilaporkan pada tahun 2009 di Spanyol, Italia dan Amerika Serikat.

Para ilmuwan semula mengira bahwa blok es yang membeku adalah isi toilet pesawat yang jatuh . Namun, ketika para ilmuwan menganalisis beberapa blok yang jatuh, mereka tidak menemukan bekas urin, tinja atau cairan desinfektan.
Petugas kontrol lalu lintas udara juga menunjukkan bahwa pada saat terjadi pengeboman balok-balok es ini tidak ada pesawat terbang yang melintas di atas wilayah-wilayah di mana es tersebut jatuh.

Para ilmuwan juga menolak versi yang mengatakan bahwa balok es ini bisa jadi fragmen-fragmen dari komet es. Sebagian tes laboratorium menunjukkan bahwa es dari megacryometeorites memiliki ciri khas biasa dari hujan es atau salju.

Jika sebuah pesawat tiba-tiba terjebak dalam zona pembentukan es normal, pesawat dapat dengan cepat ditutupi dengan lapisan tebal es dan akhirnya jatuh. Pesawat pembom US Bombardier Dash 8 Q400, saat penerbangan menuju Buffalo, mungkin telah jatuh karena alasan seperti itu (12 Februari 2009). Pilot pesawat hanya berhasil melaporkan pesawat dalam keadaan abnormal dan tiba-tiba membeku seperti es.

Jika balok es melintasi jalur pesawat dengan kecepatan seratus meter per detik,maka balok es tersebut akan segera menghancurkan pesawat jet. Ini mungkin alasan jatuhnya pesawat А -330-200 Airbus, walaupun masih tetap menjadi rahasia. Kotak hitam dari pesawat hanya mencatat pembekuan atau icing dari sensor kecepatan. Mungkin itu adalah tanda pertama dari tragedi jatuhnya pesawat tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar