Minggu, 08 Agustus 2010

Kisah 108 Pendekar Liang Shan

Kisah 108 Pendekar Liang Shan

Pada Thn 907 M, kekaisaran Tang di ambang kehancuran, pemberontakan terjadi diseluruh penjuru negeri, pda pertengahan tahu itu Zhu Wen seorang jendral perang Tang memberontak dan menghancurkan Ibukota Chang An dan membunuh kaisar Tang Zhao Zhong. Dia kemudian mendirikan dinasti baru yang bernama dinasti Liang.

Dinasti Liang ini tidak lama bertahan karena banyak jendral2x yang berambisi menjadi kaisar. Dalam waktu 50 thn sebanyak 5 dinasti memerintah daratan cina utara, Liang , Tang, Jin, Han dan Zhou. Tetapi tidak ada diantara mereka yang cukup kuat untuk menyatukan seluruh kekaisaran.

Daerah selatan pecah menjadi 10 negara yang tersebar pada 8 penjuru arah mata angin. Wu, Wu Yue, Min, Chu, Nan Han, Shu, Ci Shu, Jiang, Nan Tang, Bei Han.

Peperangan terjadi tiada hentinya, banjir darah terjadi dimana mana. wabah penyakit dan kelaparan melanda seluruh negeri, rakyat hidup sangat sengasara dan tangisan mereka terdengar sampai kelangit.

Pada thn 960 M, Kaisar Zhou meninggal dunia tanpa meninggal seorang putra, Jendral Zhao Guang Yin atas desakan bawahannya mengambil alih kekuasaan dan menjadikan dirinya Kaisar yang baru dengan nama dinasti Sung. Kaisar Sung baru ini bergelar TaiZu dan mengubah kalender kekaisaran menjadi masa Jiang Long thn pertama (thn 960 M).

Dikisahkan ketika dia dilahirkan langit berwarna kemerahan dan tercium bau sangat harum diruang bersalinnya. Ini menandakan bahwa anak yang dilahirkan akan menjadi orang yang hebat dan berkuasaserta membawa kebaikan bagi semua orang.

(Kaisar Tai Zu adalah seorang ahli bela diri dan tekhnik bela dirinya masih dipakai sampai sekarang oleh perguruan shao lin, tekhnik ini disebut Tai Zu Chang Guan.

Selama kurun waktu 3 thn dia berperang kesana dan kemari berusaha untuk menyatukan seluruh wilayah utara dan pada thn 964 M dia berhasil menyatukan seluruh wilayah utara dan seluruh wilayah selatan 5 thn kemudian.)

Pada masa sebelum Zhao Guang Yin naik takhta, hiduplah seorang pertapa sakti digunung Hwa-san yang bernama Tan Tuan. Pada suatu hari ketika dia sedang menuruni gunung dengan keledainya, ia mendengar bahwa Kaisar Zhao telah mangkat dan Zhao Guang Yin telah naik takhta dan menjadi kaisar Sung TaiZu. Mendengar berita itu dia tertawa terbahak-bahak sampai jatuh dari keledainya. Orang2x yang berada disekitarnya lalu membantunya berdiri dan bertanya kenapa dia tertawa seperti itu.

"Pilar langit dan bumi telah berdiri kembali, Singasana Naga sudah ditempati oleh putra langit, seluruh penjuru bumi akan damai dan tentram, kenapa aku tidak dapat berbahagia karena hal ini ?", jawab Tan Tuan.

Kaisar Sung Tai Zu berhasil menyatukan seluruh cina 8 thn kemudian, karena kota Chang An sudah hancur, dia memindahkan ibukota ke kota Kai Feng dan disana dia memerintah dengan sangat adil. Dia memperbaiki birokrasi, menempatkan para pejabat2x yang cakap dan handal pada posisi yang tepat, dia memberikan kebebasan untuk mengkespresikan pendapat. Dia memerintahkan agar selama 3thn pajak ditiadakn dan memberikan kesempatan pada para cendikiawan untuk mengkritiknya.

Seluruh penjuru bumi kembali damai, lumbung2x beras penuh, anak2x bernyanyi riang dan setiap orang berbahagia dan bersukacita.

Pada masa Kai Bao tahun ke 8 (Thn 976 M), kaisar TaiZu meninggal dunia dan digantikan oleh adiknya Zhao Guang Yi yang bergelar kaisar Sung Tai Zong. Setelah itu kaisar Sung berikutnya adalah Zhao Zi Zong dan kemudian kaisar Sung Zhen Zong.

Kaisar Sung Zhen Zong mempunyai seorang putra yang akhirnya menjadi kaisar Sung Ren Zong, ketika Kaisar Ren Zong lahir, dia tidak mau berhenti menangis dan kaisar Zhen Zong serta permaisuri menjadi khawatir. Kemudian dia membuat titah kaisar yang isinya mencari tabib sakti untuk menenangkan putranya itu. Hal ini diketahui sampai kelangit dan langit mengutus Dewa Langit untuk turun kebumi mengatasi masalah ini.

Dewa langit ini menyamar sebagai soerang tabib tua dan dia kemudian datang keistana kaisar.

"Hamba dapat menghentinkan tangis putra mahkota, kalau hamba gagal, hamba siap dihukum mati."

Kaisar lalu memernitahkan dayang instana untuk membawa putra mahkota, dan menyerahkannya pada Tabib tua itu.

Tabib tua itu hanya mengendong bayi itu dan membisikan kata2x, "Langit telah mendengar tangisanmu, telah diutus Dewa Penjaga Langit dan Dewa Penjaga bumi untuk turun. Dewa Penjaga Langit akan bereinkarnasi menjadi Bao Zheng dia akan menjadi pelindung hukum negara dan Dewa penjaga bumi akan bereinkarnasi menjadi Yang Ye dia akan menjadi jendral pejaga perbatasan, kau dapat tenang sekarang."

Seketika itu juga tangisan putra mahkota langsung berhenti.

Bao Zheng akhirnya lulus menjadi sarjana kekaisaran pada usia ke 29 thn dan diangkat menjadi Sekertaris negara sebelum ditugaskan menjadi Hakim Negara di Kai Feng. Yang Ye menjadi jendral pada usia 28 thn dan menikah dengan seorang pendekar wanita, dia berserta 9 anaknya melindungi kekaisaran Sung dari bangsa2x asing yg mencoba menguasai daratan cina.

Kaisar Sung Ren Zhong telah memerintah selama 27 thn, dimasa pemerintahannya penduduk hidup dengan tentram dan damai, dia mengambil kebijakan pacifis dan tidak mengekspansi kewilayah2x lain. Kebudayaan dinasti Sung berada dipuncaknya pada jaman ini, cendikiawan, sastrawan dan pelajar semua mendapatkan status yang tinggi dimasyarakat.

Pada thn ke 28 masa pemerintahnnya (thn 1050 M), tiba2x keadaan berubah total. Wabah penyakit merajalela diseluruh negeri, surat2x memohon bantuan dan laporan2x bencana wabah ini datang keibu kota bagaikan salju dimusim dingin. Kaisar tidak dapat tidur selaam 3 hari dan memerintahkan bawahannya untuk secara bergiliran membacakan laporan2x tersebut. Di Ibukota sendiri hampir 1/2 penduduk meninggal akibat hal ini. Kaisar memerintahkan Bao Zheng untuk mencoba mengatasi hal ini. Bao Zheng segera menyediakan obat2xan gratis untuk rakyat namun semua usahanya sia2x, wabah semakin meluas dan korban semakin bertambah.

Untuk mengatasi masalah ini maka Kaisar mengadakan sidang darurat dan memanggil semua pejabat negara untuk berdiskusi. Didalam sidang itu Perdana Menteri Cao Ci langsung maju kedepan.

"Seperti yang mulia sudah ketahui, saat ini negeri kita sedang ditimpa bencana yang sangat hebat, wabah penyakit ini tidak dapat dihentikan dan telah mengambil nyawa 1/2 penduduk ibukota. Hamba memohon agar Yang Mulia segera menurunkan titah untuk mengatasi hal ini."

Kaisar Ren Zhong lalu berkata, "Apa yang harus aku lakukan untuk mengatasi masalah ini ?"

Perdana Menteri Cao Ci berkata, "Pertama, Yang Mulia harus memberikan amnesti massal, kedua Yang Mulia juga harus menurunkan pajak agar beban rakyat dapat diringankan dan yang ketiga hamba mohon Yang Mulia mau melakukan upacara untuk meminta bantuan kepada langit agar dapat menghilangkan wabah mengerikan ini."

Kaisar Ren Zhong segera setuju dan memerintahkan agar titah segera dikeluarkan. Dia segera membangun altar besar untuk melakukan upacara ini dan bahkan memerintahkan setiap kuil diseluruh negeri juga melakukan upcara memohon pada langit. Tetapi hal ini ternyata sia2x, wabah tidak kunjungreda dan laporan2x tetap datang keibukota setiap harinay yang menunjukan makin bertambah parahnya keadaan.

Kemudian Kaisar segera memangil kembali seluruh pejabatnya untuk berdiskusi, disaat ini Menteri Negara Xuan Dong Ren maju untk mengusulkan sesuatu.

"Yang Mulia, bencana ini telah melanda seluruh negeri, Hamba mendengar bahwa di gunung LongHu ada seorang pendeta Tao sakti. Hamba mohon Yang Mulia mau mengeluarlkan titah untuk memanggilnya datang keibukota dan mengadakan upacara."

Setelah mempertimbangkan usulan tersebut maka Kaisar menyetujuinya dan dia mengirimkan Marsekal Hong Xin untuk membawa titah kaisar dan mengundang Pendeta Tao Sakti itu untuk keibukota dan melakukan upcara untuk meredakan wabah yang menjangkiti seluruh negeri.

Marsekal Hong Xin segera menerima tugas ini dan dia membawa 10 anak buahnya untuk meyertainya. Sepanjang perjalanan dia menyalakan dupa wangi dan membaca doa2x. Hong Xin harus melintasi beberapa daerah unutk sampai digunung LongHu, setiap dia singgah disuatu kota maka dia segera disambut oleh pejabat kota serta penduduk.

Setelah sampai di Guang Xi, Hong Xin mengutus anak buahnay untuk memberitahkan pada penjaga kuil dibawah gunung itu atas kedatangan dirinya. Maksudnya adalah agar mereka dapat mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan titah kaisar.

Maka pada hari yg telah ditentukan Hong Xi datang kekuil dikaki gunugn Long Hu, disana dia disambut dan berbagai upacara penyambutan diadakan. Kemudian didijamu diruang utama dengan makanan2x vegetarian yang sangat lezat.

Setelah selesai kemudian Hong Xin bertanya, "Dimanakah Kepala kul ini, kenapa dia tidak menyambut aku untuk menerima titah kaisar ini ?"

"Maaf Tuan, guru kami bernama Zhang, tapi sayang guru kami telah mengasingkan diri kepuncak gunung untuk bertapa agar dapat mencapai keabadian." Jawab salah seorang pendeta senior.

"Kalau begitu bagaimana caranya aku dapat bertemu dengannya ?" tanya Hong Xin.

"Mari kita bicarakan ini diruang lain." Pinta pendeta itu.



Hong Xin kemudian mengikutinya masuk kedalam ruangan dibelakang ruang utama. Disana dia dijelaskan bahwa guru mereka itu sangat sakti dan dapat berjalan diatas awan, sehingga mereka pun tidak tahu pasti dimana guru mereka berada. Oleh sebab itu menurut pendeta itu akan sia2x saja jika Hong Xin ingin pergi mencari guru mereka keatas gunung.

Hong Xin menjelaskan bahwa dia membawa titah kaisar yang sangat penting untuk diserahkan dan ini menyangkut keselamtan penduduk banyak.

Sang Pendeta lalu menjawab, "Karena titah ini adalah titah kaisar maka Tuan harus menjalankan tugas itu. Tetapi jika Tuan ingin bertemu dengan guru kami maka tuan harus bersungguh2x dan pasrah serta berpuasa seharian dan tuanku mengenakan pakaian dari bahan yang kasar dan juga tuanku harus naik sendiri keatas gunung untuk menemui guru kami."

"Sejak aku berangkat dari ibukota aku sudah berpuasa daging dan berpantang arak, mana mungkin aku berani melalaikan tugas ini. Jika kau menganjurkan aku harus berbuat seperti itu baru bisa bertemu dengan gurumu maka aku bersedia melakukannya." jawab Hong Xin.

Esok harinya sekitar jam empat pagi, para pendeta telah menyiapkan air Kembang. Mereka meminta agar Hong Xin mandi air kembang untuk membersihkan diri. Selesai mandi Hong Xin mengenakan pakaian kasar, ia juga mengenakan sandal jerami. Firman kaisar ia bungkus dengan kain sutera kuning, kemudian ia ikat di punggungnya. Hong Xin membawa sebuah dupa kecil yg alasnya terbuat dari perak

Dengan hati mantap Hong Xin melakukan perjalanan. Sambil berjalan Hong Xin harus berdoa terus. Hong Xin harus mendaki gunung menempuh jalan yang sulit. Semakin lama gunung itu bertambah curam dan bertambah sulit didaki, Hong Xin berjalan dengan susah payah. Ia terpaksa harus berpegangan pada akar, rumput atau rotan, karena jika kurang hati-hati ia akan tergelincir dan jatuh ke dalam jurang. Sesudah mendaki beberapa bukit, akhirnya Hong Xing mulai merasa tubuhnya sangat lelah. Kakinya terasa bertambah berat.Hong Xin mulai ragu apakah ia harus melanjutkan per jalanannya atau tidak. Hong Xin membayangkan betapa bahagianya ketika berada di Ibukota. Ia bisa makan enak dan tidur nyenyak, ia tidak pernah merasakan kesengsaraan seperti yang dialaminya sekarang.

“Sial. Pendeta2x itu telah mengirim aku ke neraka ini supaya aku menerima kesulitan !“ kata Hong Xin.

Hong Xin bingung bagaimana caranya agar ia bisa menemui Zhang hatinya sangat kesal dan ia berniat untuk kembali, tapi karena tugas itu adalah titah dari kaisar maka dia membatalkan niatnya. Ia mencoba menguatkan din dan berusaha terus berjalan naik keatas bukit. Hong Xin mencoba melangkahkan kakinya yang terasa sangat berat. Baru saja ia melangkah 50 langkah jauhnya, napasnya sudah terasa sesak, kepalanya mulai pening. Tiba-tiba ia merasakan tiupan angin menerpa ke mukanya; pohon-pohon di sekitar tempat itu mulai bergoyang-goyang.

Dan tiba2x muncul seekora harimau, melihat harimau itu hati Hong Xin menjadi takut. Dalam keadaan tidak berdaya, Hong Xin melihat harimau itu menghampiri dirinya dan mulai mengitari dirinya yang hanya bisa terdiam saja. Tubuhnya mulai bergetar dan keringat dingin mulai menetes karena ketakutannya. Tiba2x saja harimau itu mengaum dan kemudian lari kedalam hutan. Hong Xin terkejut dan akhirnay terjatuh, butuh beberapa saat sebelum dia berhasil mengatasi dirnya untuk bangkit dan berjalan kembali.

Setelah beberapa saat berjalan tiba2x dia mencium sesuatu wewangian yang aneh, setelah dia mencari2x tiba2x dia melihat seekora ular besar melingkar dibatang pohon dan sedamg bergerak menuju arah dirinya, dia kemudian terjatuh ketanah dan tidak dapat bergerak karena ketakutan, dia menatap ular itu dan berkata dalam hatinya, "Ah...tamatlah riwayatku !" kemudian dia terjatuh pingsan setelah itu.

Tidak lama kemudian dia tersadar dan setelah sadar dia tidak melihat ada sesuatu terjadi pada dirinya dan juga dia tidak melihat lagi keberadaan ular besar itu.

"Hampir saja aku jadi mangsa ular itu, rasanya pendeta2x itu telah menipuku. Kalau aku tidak dapat menemukan guru mereka maka aku pasti akan membuat perhitungan dengan mereka."

Hong Xin mencoba bangkit, Dia merapikan pakaiannya Baru kemudian ia melanjutkan perjalanannya kembali. Belum jauh ia melangkah kakinya, ía mendengar suara seruling. Hong Xin tertarik oleh suara seruling itu, ia mencari-cari arah datangnya suara seruling itu. Ketika ia menoleh ke suatu arah ia melihat seorang pengembala sedang menaiki seekor kerbau. Anak itu dengan tenang duduk di punggung kerbaunya sambil meniup seruling. Suara seruling tersebut mengalun merdu di antara pepohonan yang ada ditempat itu.

“Siapa kau dan dan mana asalmu? Apakah kau melihat seorang pendeta tao disekitar sini?“ tanya Hong Xin.

Si pengembala itu tidak menjawab, dia hanya memandang Hong Xin sebentar lalu kemudian mulai meniup serulingnya kembali. Hong Xin yang penasaran kemudian mendesak si pengembala untuk menjawab.

"Aku tahu bahwa Tuan datang kemari untuk mencari guru Zhang.", Jawab pengembala itu.

Hong Xin terkejut karena si pengembala itu mengetahui maksud dan tujuan kedatangannya.

"Siapakah kau ? mengapa kau mengetahui tujuan kedatanganku ?" Tanya Hong Xin.

“Tadi subuh aku bertemu guru Zhang, beliau mengatakan kau akan datang menyampaikan titah kaisar. Beliau sudah tahu kalau ia akan diundang ke ibukota untuk memimpin sebuah upacara khusus untuk mengatasi wabah yang melanda negeri ini.” kata gembala itu.

Hong Xin bertambah heran mendengar keterangan gembala itu.

“Harap Tuan jangan bersusah payah lagi, beliau mengatakan akan segera pergi ke Ibukota. Aku yakin sekarang beliau sudah dalam perjalanan ke sana. Di atas gunung ini banyak binatang buasnya, aku rasa sebaiknya Tuan segera kembali saja” kata gembala itu.

“Apakah ini benar ? kapan dia berangkat ? siapakah kau ini ?“ tanya Hong Xin.

Pengembala itu tak menghiraukan lagi ucapan Hong Xin, ia terus melanjutkan perjalanannya tanpa menoleh lagi.

“Heran, mengapa gembala itu mengetahui maksud kedatanganku ?“ pikir Hong Xin yg kebingungan, tapi ia segera menduga sebabnya,” Ah aku tahu sekarang, mungkin saja pendeta2x busuk itu sudah memberitahukan pada pengembala itu, karena mereka hendak menggoda dan menguji kesabaranku. Tapi memang lebih baik kuturuti nasihat gembala itu, apalagi aku telah mengalami dua pengalaman mengerikan tadi!” pikir Hong Xin.

Dengan tak banyak pikir lagi Hong Xin kemudian menuruni gunung kembali ke kuil di kaki bukit. Tiba di kaki bukit Hong Xin disambut oleh para pendeta Tao. Mereka menanyakan hasil kunjungan Hong Xin menemui guru mereka.

Dengan kesal dan marah Hong Xin membentak mereka.

“Kalian mencoba mempermainkan utusan Kaisar!” kata Hong Xin.

Segera semua pendeta itu berlutut dan berkata, "Kami hanyalah pendeta, mana berani kamu mempermainkan pejabat penting seperti anda yang membawa titah kaisar."

Hong Xin yang masih kesal dan tidak percaya kemudian mulai menceritakan pengalaman2xnya ketika mencari guru Zhang.

Kemudian Hong Xin berkata, "Tadi diatas gunung aku bertemu dengan seorang pengembala yang berkata bahwa guru kalian sudah berangkat keibukota sehingga aku tidak perlu lagi mencari dia."

"Ah sayang !" kata pendeta senior kuil itu.

"kenapa ?" tanya Hong Xin.

"Pengembala itu adalah guru kami, kesaktiannya telah sempurna dia telah berhasil mengelabui tuan, harimau dan ular itupun adalah penjelmaan guru kami. Ia memang senang menyamar seperti itu. Jika guru kami berkata bahwa dia akan pergi keibukota maka tuan tidak perlu khawatir lagi."

"Sial..sial !!! aku kurang berpikir panjang sehingga melewatkan kesempatan yang berharga untuk meminta petunjuk dan ilmu dari guru kalian."

"Tuan tidak perlu khawatir, guru kami pasti sudah mengetahui dan merencanakan ini semua. Tuan dapat segera kembali keibukota dan mungkin pada saat tuan tiba, upacara telah selesai dilaksanakan.", Kata Pendeta senior itu.

Keesokan harinya sebelum kembali keibukota, Hong Xin berjalan-jalan disekitar kuil. Tiba2x dia melihat sebuah kuil kuno disekitar tempat itu, dia menghampiri kuil itu dan melihat tulisan diatas plakat ruang itu adalah "Ruang Penakluk Iblis", dia melihat kuil itu tidak memiliki jendela dan hanya ada satu pintu yang terkunci rapat.

Kemudian dia bertanya pada pendeta yang mengiringinya mengenai tempat itu.

"Dahulu para guru besar kami adalah penakluk iblis dan mereka mengunci iblis2x itu ditempat ini. Awalnya tempat ini tidak disegel seperti ini tetapi dijaman dinasti Tang, salah seorang guru besar kamu berhasil menangkap raja iblis dan menguncinya ditempat ini. Karena takut kalau iblis2x ini lepas maka akan menimbulkan kekacauan jadi guru besar kami mengunci dan menyegel tempat ini, bahkan gembok untuk gerbang inipun lapisi logam kuningan sehingga lubang kuncinya tertutup rapat." Jawab pendeta itu.

Pendeta itu seraya menambahkan, "Hamba telah hidup 30 thn ditempat ini dan hamba sendiri tidak pernah melihat apa yang ada didalam kuil ini."

Hong Xin bertambah ingin tahu apa isi kuil itu. Kepada pendeta senior ditempat itu dia berkata, "Aku ingin kau membuka segel tempat ini, aku ingin melihat apa yang ada didalamnya."

Pendeta2x disana langsung ketakutan, "Tuan kau jangan membuka ruangan itu, guru kami berpesan bahwa bencana akan timbul jika ruangan itu dibuka."

"Omong kosong, kalian jgn coba menipuku, pasti kalian menyembunyikan sesuatu ditempat itu dan tidak ingin orang lain mengetahuinya. Cepat kau buka tempat itu !" Teriak Hong Xin.

Tetapi pendeta2x itu tetap tidak mau membukakan untuknya. Mereka khawatir jika tempat itu dibuka maka iblis2x itu akan keluar dan membuat bencana.

Hong Xin sangat marah dan berkata, "Jika kalian tidak mau membukakan tempat itu untukku maka aku akan melaporkan pada Kaisar bahwa kalian semua telah berusaha menipuku dan menghalang-halangiku untuk bertemu dengan pemimpin kalian. Aku juga akan katakan kalian telah menipu rakyat dengan menyebarkan ajaran2x bohong yang mengatakan ada iblis yang dikurung dikuilmu ini. Aku yakin setelah itu kuilmu akan dirubuhkan dan kalian semua akan dihukum."

Akhirnya karena takut pada Hong Xin pendeta2x itu membuka dengan paksa segel dan juga pintu kuil itu. Begitu pintu terbuka, bau menyengat dan debu2x pun keluar dr ruangan itu, tempat itu sudah ratusan thn tidak pernah dimasuki oleh siapapun. Hong Xin memerintahkan agar anak buahnya membawa obor dan dia berserta pendeta2x itu segera memasuki ruangan itu.

Ditengah ruangan itu ada sebuah batu nisan dengan tinggi 2 meter. Dibawah nisan itu ada batu yang berbetuk kura2x yang 1/2 badannya terkubur didalam tanah. Setelah dilihat lebih dekat, dipunggung kura2x itu banyak tulisan2x kuno yang tidak dapat lagi dibaca, tetapi dibalik nisan itu mereka melihat tulisan "Jika Hong Datang Maka Bukalah" (Yu Hong Er Kai).

"Lihatlah tulisan ini, kalian mencoba menghalangi aku masuk kemari tetapi guru besar kalian sudah mengetahui bahwa aku harus membuka tempat ini ratusan tahun yang lalu. Cepatlah kalian gali kura2x batu ini." kata Hong Xin.

"Tuan, sebaiknya kau pertimbangkan lagi hal ini. Jika iblis2x ini lepas maka akan menimbulkan bencana yang akan menyengsarakan banyak orang."

Hong Xin menjadi marah dan dia mengancam mereka semua untuk segera menggali kura2x batu itu. Hong Xing mengatakan bahwa dia telah ditakdirkan untuk membuka tempat itu dan mencari tahu apa yang tersembunyi dibalik batu itu.

Penggalian dilakukan dengan cepat, setelah menggali 1 meter dalamnya mereka menemukan sekeping batu berbentuk segi empat yg berat.

Setelah diangkat ternyata batu piagam itu berfungsi sebagai penutup sebuah lubang sumur yang dalam. Sesudah penutup lubang itu dibuka, tiba-tiba mereka mendengar suara yang dahsyat. Sinar2x berwarna-warni disertai awan hitammeluncur ke luar dari dalam sumur itu. Di langit sinar2x itu pecah menjadi 108 sinar yang lalu menghilang ke berbagai penjuru.

Semua yang hadir terkejut dan takut. Mereka segera meninggalkan ruangan itu. Hong Xin sendiri sangat ketakutan, wajahnya berubah pucat. Ia lari ke ruang depan, lalu menemui para pendeta yang sudah keluar lebih dahulu.

“Pendeta, mahluk apa yang telah keluar dari dalam lubang itu?”

“Tuan, sebelumnya anda tidak percaya kepada kami. Guru besar kami dahulu pernah menahan 36 Bintang langit dan 72 Roh Bumi yang jahat. Jumlah mereka ada 108. Nama-nama mereka terukir pada batu nisan itu dengan tulisan kuno. Sekarang Tuan telah melepaskan mereka semua. Sebentar lagi bencana besar pasti akan terjadi. ” kata pendeta itu.

Hong Xin merasa bersalah, tubuhnya gemetar ketakutan. Tanpa bicara lagi, Hong Xin membereskan pakaiannya dan segera pulang ke Ibukota. Dalam perjalanan pulang Hong Sin minta agar anak buahnya merahasiakan kejadian itu, sebab bila hal itu diketahui kaisar ia akan mendapat hukuman berat.

Akhirnya rombongan Hong Xin tiba di Ibukota. Benar saja Guru Zhang telah selesai mengadakan upacara, sedang wabahpun sudah reda. Sesudah menyelesaikan tugasnya guru Zhang segera kernbali ke pertapaannya.

Keesokan harinya Hong Xin datang menghadap Kaisar Ren Zong.

“Yang Mulia, hamba memohon ampunam atas keterlambatan hamba ini. Guru Zhang telah tiba lebih dahulu, karena ia dapat berjalan diatas awan dan mengendarai bangau untuk terbang keibukota, sedangkan hamba harus sering berganti kuda pada setiap pos. Dengan amat rnenyesal hamba tdk dapat tiba tepat waktu untuk mengikuti upacara itu, mohon Yang Mulia mau memaafkan kesalahan hamba ini” kata Hong Xin.

Kaisar diam saja, lalu dia kemudian memberi perintah untuk menghadiahi jasa2x Hong Xin yang telah berhasil mengundang guru Zhang untuk datang keibukota.

Setelah peristiwa itu kaisar Sung Ren Zhong masih memerintah selama 15 tahun lamanya. Dia tidak memiliki seorang putra dan ketika dia meningal dunia, posisinya digantikan oleh anak dari adiknya yang diangkat menjadi kaisar dengan gelar Ying Zhong. Kaisar Sung Ying Zhong hanya memerintah selama 4 thn saja dan kemudian digantikan oleh putranya yaitu kaisar Shen Zhong. Kaisar Shen Zhong memerintah selama 18 thn dan kemudian digantikan oleh kaisar Zhe Zhong.

Kaisar Sung Zhe Zhong baru berusia 10 thn ketika dia menjadi kaisar. Perdana Menteri Sung saat itu adalah Sima Guang. Sima Guang ini berasal dari golongan aristokrat dan berusaha membalikan reformasi yang dilakuakn perdana menteri sebelumnya yaitu Wang An Shi. Dia mengembalikan dan memperkuat hak2x dan kekuasaan kaum bangsawan, Han ini menimbulkan ketidak puasan digolongan rakyat kecil. Pada usianya yang ke 27 thn dia berhasil memperkuat posisinya dan menyingkirkan Sima Guang. Dia berusaha mengembalikan reformasi yang dijalankan Wang An Shi utnuk menenangkan rakyat dan menekan pemberontakan, tetapi sayang dia meninggal pada usia ke 34 thn dan dignatikan oleh adiknya Kaisar Hui Zhong yg lemah.

Pejabat2x korup dan bangsawan2x menguasai pemerintahan, pajak tinggi memberkatkan rakyat dan hukum dapat diubah sesuai kepentingan mereka yang memiliki uang dan kekuasaan, Pemberontakan terjadi dimana-mana, perang bekecamuk diperbataasn dan rakyat hidup sengsara, Sekali lagi Cina berada diambang kehancurannya dan tangisan kesengsaraan rakyat terdengar sampai kelangit.

(Cerita 108 pendekar ini dimulai diakhir jaman pemerintahan Kaisar Sung Zhe Zhong sampai pada akhir jaman pemerintahan Kaisar Hui Zhong.)

           Mungkin inilah cerita yang menjadi ide dalam pembuatan game suikoden.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar